Cara Membuat Film – Belajar Dari Yang Terbaik
April 13, 2010 – 10:25 am | No Comment

Cara membuat film bisa dilakukan dengan beberapa alternatif. Jika memiliki dana yang pas-pasan, bisa dilakukan dengan cara berpatungan, terutama untuk para pembuat film pemula. Yang penting punya ide atau gagasan yang menarik dituangkan kedalam scenario. …

Read the full story »
Film Financing

this is category regarding film financing. click here from more details

Film Making

this is category regarding film making. click here from more details

Film Marketing

this is category regarding film marketing. click here from more details

Film School

this is category regarding film school. click here from more details

Film Techniques

this is category regarding film techniques. click here from more details

Home » Film Making

Bikin Film – Hobby atau Bisnis?

Submitted by admin on April 19, 2010 – 8:12 amNo Comment

Bikin film merupakan sebuah tantangan. Selain pembuat film ditantang untuk memiliki dana yang cukup, skenario yang baik dan komunikatif, pemilihan pemain, penentuan sutradara dan penentuan kru yang akan mendukung sebuah produksi. Namun, kunci utama dalam membuat film adalah, adanya keberanian dalam berekpresi, dalam menuangkan ide dan utamanya adalah dana.

Bikin Film, memang ditentukan oleh dana. Sebab, tidak sedikit uang yang dikeluarkan oleh pembuat film karena banyak melibatkan orang, pemilihan lokasi, perizinan, pemain dan lain-lain. Jika tidak memiliki dana yang cukup, ada baiknya pemilik  ide  atau gagasan mencari orang yang mau mendanai proses kreatifitas tersebut.

Awalnya banyak orang yang menduga kesuksesan sebuah film ditentukan oleh jalan cerita yang baik. Namun ternyata anggapan itu tak sepenuhnya benar. Pendanaan juga menjadi faktor paling utama dalam sebuah produksi. Bisa saja dengan dana yang terbatas kita membuat film, namun harus diingat harus ada pengetatan di beberapa lini, dan akibatnya, jadwal tidak teratur.

Namun bukan berarti bikin film itu sulit. Jika tidak memiliki dana, bisa juga dilakukan secara ‘keroyokan’, utamanya untuk pembuat film pemula. Yang perlu diingat, ada semangat, keinginan pasti bisa diwujudkan.

Bikin Film sebenarnya tidak sulit. Secara tidak kita sadari, sebenarnya film ibarat kahidupan sehari-hari yang penuh dengan romantika. Cuma bedanya, dalam kehidupan sehari-hari, apa yang dilakukan tidak terekam oleh kamera. Dan, apa yang dilakukan, secara sadar atau tidak, kita sudah melakukan sebuah adegan. Sedangkan dalam film,   adegan terekam oleh kamera dan ditampilkan secara menarik dan menjadi unsur terpenting.

Bikin Film dibagi dalam beberapa tahapan ada tahap praproduksi dan tahap pasca produksi. Tahap pertama disebut praproduksi. Dalam tahap ini pembuat film melakukan persiapan pembuatan film yang meliputi,  skenario, mencari pemain, sutradara,  kru produksi, pemain dan persiapan-persiapan lainnya, termasuk menentukan lokasi syuting.

Dalam produksi sebuah film, penulisan skenario merupakan faktor terpenting dalam sebuah produksi film karena menentukan arah sebuah film atau kerangka sebuah film. Namun yang terpenting, scenario menjadi pedoman semua orang yang terlibat dalam proses  produksi, utamanya, sutradara yang  akan menentukan kemana film ini akan dibawa. Dari scenario inilah sutradara akan menetukan adegan per adegan yang sesuai dengan tujuan film yang akan dibuat. “Skenario adalah embrio dari sebuah film” .

Bikin Film, juru kamera menjadi salah satu kunci suksesnya sebuah produksi film. Dari kepiawaian cameraman pulalah penikmat film bisa melihat gambar-gambar indah yang dihasilkan, tentunya sesuai dengan scenario yang dibuat. Kameraman, bertanggungjawab mengoperasikan kamera secara fisik dan memelihara komposisi seluruh adegan atau bidikan yang dimaksud.

Bikin film juga ditentukan pemilihan kru yang tepat. Pada pasca produksi, kru sangat menentukan tahapan demi tahapan sebuah produksi film. Mulai dari pemilihan pemain, lokasi, perizinan, mengatur biaya dan hal-hal lain yang berkaitan dengan produksi. Kru yang dipekerjakan sebaiknya kru yang mengerti seluk beluk dunia film dan bisa bekerjasama dengan semua pihak, agar kondisi kerja bisa terjalin dengan baik.

Setelah prapoduksi selesai, kemudian ada tahapan pasca produksi. Pada tahapan ini terdapat beberapa aktivitas seperti pengeditan film, pemberian efek khusus, pengoreksian warna, pemberian suara dan musik latar, hingga penambahan animasi. Setelah pasca-produksi selesai maka film siap untuk didistribusikan sesuai medium yang diinginkan. Bisa berupa film seluloid, kaset atau cakram video dan lain sebagainya.

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.